TOKYO – Kaisar Jepang, Akihito membatalkan sejumlah tugas-tugas publiknya setelah mengalami pusing dan mual akibat cerebral anaemia atau kondisi kekurangan aliran darah ke otak.
Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang dalam pernyataannya mengatakan, Kaisar akan beristirahat di Istana di Tokyo dengan kondisinya terus dimonitor. Demikian diwartakan Reuters, Senin (2/7/2018).
BACA JUGA: Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta Pada 30 April 2019
Kaisar Akihito yang kini berusia 84 tahun telah duduk di Singgasana Bunga Krisan selama hampir tiga dekade. Dia rencananya akan turun takhta pada 30 April tahun depan dan menjadi satu-satunya kaisar Jepang yang melakukan hal itu dalam dua abad terakhir. Putra Mahkota Naruhito akan menggantikan posisinya.
Kantor berita Kyodo melaporkan, istri dari Kaisar Akihito, Permaisuri Michiko direncanakan akan tetap bertemu dengan Putri Ayako, keponakan kaisar yang akan menanggalkan status bangsawannya menyusul pengumuman pertunangannya dengan seorang pria dari kalangan rakyat jelata.
BACA JUGA: Putri Ayako dari Jepang Lepaskan Status Keluarga Kerajaan demi Nikahi Rakyat Jelata
Kaisar Akihito yang pernah menjalani operasi kanker prostat pada 2016 pernah mengatakan bahwa usia dan kondisi kesehatannya akan membuatnya sulit untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai Kaisar.
Pasangan Kaisat Akihito dan permaisuri Michiko telah menghabiskan banyak waktu mereka mencoba untuk mengatasi warisan Perang Dunia II yang diikuti Jepang atas nama ayahnya, Kaisar Hirohito. Keduanya melakukan berbagai kegiatan untuk menghibur korban bencana atau malapetaka lainnya dan mendapatkan rasa hormat dari kalangan rakyat biasa.
(Rahman Asmardika)