AS Berhasil Racik Obat Malaria Kambuhan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 23 Juli 2018 15:40 WIB
Obat malaria (Foto: Science Daily)
Share :

Sejumlah pakar khawatir banyak orang akan berhenti mengonsumsi obat tersebut setelah beberapa hari ketika kondisi tubuh mereka membaik sebab parasit malaria bisa bangkit di kemudian hari.

FDA menyatakan tafenoquine tergolong efektif dan menyetujui penggunaannya di Amerika Serikat. Meski demikian, badan tersebut mewanti-wanti bahwa perlu ada kewaspadaan soal efek samping.

Misalnya, orang-orang yang mengalami masalah enzim atau disebut kekurangan G6PD, dianjurkan tidak mengonsumsi obat ini karena bisa menyebabkan anemia parah.

FDA menyarankan khalayak menjalani uji medis untuk mengetahui apakah mereka mengalami masalah enzim sebelum mengonsumsi tafenoquine.

Ada pula kekhawatiran bahwa dosis tinggi bisa menimbulkan masalah bagi orang-orang yang mengalami masalah psikis.

Bagaimanapun, dibarengi dengan kelambu dan langkah pencegahan lainnya, diharapkan malaria jenis vivax dapat diberantas.

"Kemampuan tafenoquine memberantas parasit ini di organ hati dengan satu kali dosis merupakan pencapaian fenomenal. Dalam benak saya, ini mewakili kemajuan paling signifikan dalam pengobatan malaria dalam 60 tahun terakhir," kata Prof Ric Price, dari Universitas Oxford, kepada BBC.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya