Sementara itu, Dr Hal Barron selaku direktur riset dan pengembangan GSK—perusahaan yang membuat obat tersebut, mengatakan:
"Disetujuinya Krintafel (merk dagang tafenonquine), pengobatan baru pertama untuk malaria Plasmodium vivax selama lebih dari 60 tahun, adalah tonggak bersejarah signifikan bagi orang-orang yang hidup dengan malaria kambuhan.
"Bersama mitra kami, Medicines for Malaria Venture, kami meyakini Krintafel akan menjadi obat penting bagi pasien pengidap malaria dan bisa berkontribusi untuk upaya memberantas penyakit ini."
Tafenonquine sejatinya sudah ada sejak 1970an. Namun, setelah bekerja sama dengan Medicines for Malaria, GSK mengubah obat ini sehingga bisa memerangi parasit malaria di organ hati.
Langkah selanjutnya, obat ini harus ditinjau segenap regulator di berbagai negara tempat malaria jenis Plasmodium vivax berkembang biak dan menimbulkan masalah serius.
(Mufrod)