SURABAYA - Dua warga Kota Probolinggo, Jawa Timur menjadi korban ledakan mercon saat berada di teras rumah milik Safii warga Kelurahan Jrebeng, Kedopok Kota Probolinggo pada Minggu (29/7/2018). Kini kedua korban tersebut dirawat di RSU Dr Moh Shaleh untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kedua korban itu diketahui bernama Abdul Qodir Jaelani (19) dan Adi Eko Hardianto (14) warga Jalan Bengawan Solo Kelurahana Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo. Untuk korban Abdul Qodir mengalami luka bakar di sekitar kedua kaki dan kaki sebelah kiri putus.
Sedangkan Adi Eko mengalami luka bakar pada kakinya. Serta sebuah kayu masuk pada kaki hingga tumitnya, setelah sebelumnya terkena injak saat berusaha menyelamatkan diri usai mendengar ledakan mercon.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, berdasarkan keterangan salah seorang saksi yakni Bebun menerangkan saat bangun tidur dan keluar rumah, melihat tanaman bonsai di depan rumahnya.
Setelah adzan Subuh, saksi masuk ke dalam dan akan menunaikan sholat subuh, tiba-tiba saksi mendengar suara ledakan keras dan suara pecahnya kaca jendela rumah milik saksi. Lalu saksi keluar rumah dan melihat di luar banyak kepulan asap, sehingga membuat pandangan tidak jelas dan melihat tetangga rumah juga keluar sambil berteriak teriak minta tolong.
"Saksi melihat ada orang duduk di depan rumah Safii sambil berteriak minta tolong dan saksi melihat orang tersebut ternyata Abdul Qodir Jaelani, dan banyak darah di sekitar kakinya," terang Barung pada wartawan saat dikonfirmasi.
Kemudian saksi kembali ke rumah melihat kondisi rumahnya yang mengalami kerusakan di jendela dan pintu yang terbuat dari kaca. Saksi melihat banyak potongan atau serpihan kertas di sekitar rumah.
Sedangkan menurut pemilik rumah Misnati (istri Safii), sambung Barung, saat ledakan yang bersangkutan sedang tertidur di kamar tidur belakang bersama dengan suaminya. Sebelum kejadian saksi tidak mengetahui asal mula adanya mercon yang meledak didepan teras rumahnya.
"Saksi mengetahui adanya mercon yang meledak setelah mendengar bunyi ledakan yang cukup keras di depan rumahnya. Ketika keluar rumah saksi baru mengetahui ada korban," papar Barung.
Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menolong kedua korban, dengan membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain mengakibatkan dua korban, ledakan mercon itu juga menyebabkan kaca teras beserta jendela kamar yang terbuat dari kaca pecah berhamburan. Serta kaca jendela rumah saksi Bebun yang berada di depan TKP juga pecah.
"Korban Abdul Khodir sendiri biasa membuat mercon untuk hajatan pernikahan, apabila ada yang memesan dan apabila tidak ada pesanan hanya membuat layang-layang di lokasi," papar Barung.
(Fiddy Anggriawan )