"Kami bersyukur penerbangan komersial dapat masuk ke bandara ini. Sehingga dana subsidi dapat digunakan untuk kepentingan lain. Contohnya untuk perpanjang runway. Biar nantinya cita-cita warga Anambas memiliki bandara internasional dapat cepat terwujud,” sebutnya.
Bandar Udara Letung adalah salah satu bandara terdepan Indonesia. Bandara ini dikelola Kementerian Perhubungan dibawah koordinasi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dabo Singkep. Pembangunan Bandar Udara Letung yang dimulai sejak tahun 2014. Serta merupakan tindak lanjut atas Program Nawa Cita, terutama cita ketiga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Yaitu untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dengan mengedepankan pembangunan dari wilayah terdepan dan membuka daerah terisolir. Bandara yang memiliki dimensi runway 1.400 meter x 30 meter ini memulai operasional dengan masuknya penerbangan perintis oleh maskapai Susi Air.
"Penerbangan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian di Kepulauan Anambas dan sekitarnya dan dapat merangsang dunia penerbangan untuk beroperasi setiap hari di Bandara Letung," terang Cris.
Hal tersebut senada dengan keterangan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas dorongan dan usahanya sehingga dapat mewujudkan penerbangan reguler bagi warga Anambas. "Saya mewakili warga Anambas mengucapkan terima kasih atas dorongan semua pihak hingga penerbangan reguler dapat terwujud,” ucap Zuhendra.