“Kami punya dua rumpun Grammatophillum Stapeliflorum. Jenis anggrek khas Papua dengan karakter sensitif terhadap suhu panas. Wilayah Biak ini relatif panas. Anggrek ini juga sensitif terhadap pestisida. Yang jelas, jumlah pengunjung di sini cukup banyak,” jelasnya.
Sepanjang 2017, kawasan TBTA sudah dikunjungi oleh sekitar 3.000 wisatawan. Sepanjang 2018, TBTA sudah dikunjungi 1.879 wisatawan. Rinciannya, sebanyak 56 adalah wisman. Untuk wisnus terdiri dari 1.277 dewasa dan 546 anak-anak. “Pengunjung tertarik ingin melihat berbagai koleksi unik TBTA. Sejauh ini progressnya cukup positif,” kata Alfrida lagi.
Berada di poros Jalan Raya Bosnik, Biak juga menawarkan pesona Ekowisata Pantai Inofi (Segara Indah). Lokasinya berada di Desa Inof, Distrik Biak Timur. Ada beragam paket wisata yang disajikan, seperti snorkling, pengamatan biota laut di Spa Bia dan terumbu karang, hingga perahu wisata. Snorkling dan perahu wisata dikenai tarif Rp50 ribu per orang per jam.
Memiliki laut tenang dan air jernih, Pantai Inofi (Segara Indah) menjadi spot terbaik snorkling. Biota laut yang bisa dinikmati seperti Sponge, Cephalopoda, Sea Anemon, Kalamunat, juga Crinoidea. Jenis ikan yang bisa dijumpai, Cephalopolis Urodeta, Chaetodon, Pterois Antennata, dan Amphiprion Ccellaris. Ada juga jenis Balistoides Conspicilum, hingga Malacantus Latovittatus.
“Laut di sini masuk Atlantik dan profil ombaknya kecil. Seperti saat ini yang masih masuk musim teduh. Tiket masuk juga murah. Sepeda motor dikenai tiket Rp5.000 lau mobil Rp10.000. Jumlah itu termasuk parkirnya. Untuk fasilitas, di sini ada pondok untuk santai dengan sewa Rp50 ribu hingga Rp100 ribu,” kata Koordinator Pengelola Pantai Inofi (Segara Indah) Dominggus Inggamer.