JAKARTA - Generasi milenial menjadi salah satu komoditi politik yang paling diincar oleh para praktisi politik di Indonesia. Suara generasi ini, didapuk menyumbang suara terbanyak dari seluruh segmen pemilih di Indonesia.
Suara pemilih milenial dalam Daftar Pemilih Tetap KPU proporsinya sekitar 34,2 % dari total 152 juta pemilih dan keberadaannya kerap disebut bakal menentukan arah politik bangsa Indonesia ke depan. Sehingga, banyak yang dipasang calon-calon pemimpin dari daerah sampai ke pusat mengambil peran dengan figur muda yang menyesuaikan gaya milenial.
"Walaupun demikian, generasi milenial tidak selalu mendukung calon yang berasal dari generasi mereka akan tetapi ada beberapa faktor terkait kapabilitas dan kecenderungan lebih memilih incumbent yang berprestasi serta tidak peduli berapapun usia calon pemimpin yang harus dipilih," jelas Ketua Forum Indonesia Muda Cerdas, Asep Ubaidilah, Sabtu (15/9/2018).
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, prediksi pemilih milenial pada Pilkada 2018 sekitar 35 %. Dalam konteks perilaku pemilih, jelas Asep, kelompok milenial tergolong jenis pemilih rasional (kritis).
"Mayoritas mereka pengguna media sosial dan melek akses informasi," jelasnya.