"Jika merujuk hal diatas, pemilih milenial memang cenderung masuk pada kelompok apatis. Namun demikian, apatisme pemilih milenial disini bukanlah apatis yang buta dan skeptis pemikiran. Pemilih milenial lebih tepat disebut sebagai kelompok 'Apatis yang kritis'. Mereka lebih suka berpartisipasi dalam bentuk non-konvensional, karena bagi mereka makna partisipasi politik tidak hanya dalam arena pemilu," papar Asep.
Asep menilai, generasi milenial perlu diajak untuk melihat lebih dalam soal pemilu. Generasi milenial, punya potensi besar untuk terciptanya pemilu yang sejuk dan damai.
"Kami bersama-sama satukan visi dan tekad untuk mensukseskan pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk," jelas Asep.
(Khafid Mardiyansyah)