Membongkar Suara Generasi Milenial, Penyumbang 35% Suara di Pemilu 2019

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Sabtu 15 September 2018 23:29 WIB
Ilustrasi
Share :

Hasil survei CSIS pada Agustus 2017 menyebutkan sebanyak 81,7% milenial pengguna Facebook, 70,3% pengguna whatsapp dan 54,7% pengguna instagram. Akan tetapi berkenaan dengan Pilpres 2019 nanti pola pikir kelompok milenial terkait partisipasi dalam menentukan pilihan dapat saja bisa berubah dan tidak hanya bersikap apatis.

"Kita sangat optimis, sebagai contoh untuk provinsi DKI Jakarta saja sebanyak 44,78% lebih dari sekitar 7,4% juta penduduk DKI yang berkemungkinan memilih ada dalam kategori generasi milenial. Seluruh jumlah penduduk DKI Jakarta saat ini lebih dari 10 juta jiwa dan potensi pemilih mencakup 74% dari jumlah itu. Dibawah jumlah calon pemilih generasi milenial ada sekitar 40,64% yang masuk tipologi generasi X dan Y atau usia 20-34 tahun dan sisanya adalah calon pemilih generasi Baby Boomers atau kelompok yang lahir dibawah tahun 1964 sebanyak 14,58%," papar Asep.

Selain itu Asep juga membongkar setidaknya ada tiga kelompok partisipasi politik generasi milenial. Pertama, kelompok apatis, yakni mereka yang alergi terhadap politik bahkan menarik diri dari proses politik yang ada, biasanya kelompok seperti ini kurangnya akses informasi dan terkesan terlalu eksklusif.

Kedua, kelompok spektator yakni mereka yang kurang tertarik dengan politik tetapi terkadang masih kerap menggunakan hak pilihnya. Ketiga, kelompok gladiator yaitu generasi milenial yang sangat aktif di dalam politik seperti aktivis partai, aktivis organisasi dan milenial yang aktif sebagai pekerja kampanye.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya