Bahasa Kuno Australia yang Diciptakan Oleh Hiu

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Kamis 27 September 2018 13:01 WIB
Orang Aborigin Yanyuwa meyakini Teluk Carpentaria dibentuk oleh hiu macan. (Institute of Marine Science)
Share :

Jantung peradaban mereka tersebar di lima pulau utama dan 60 pulau batu pasir yang kecil dan tak ditinggali di Grup Sir Edward Pellew, yang meliputi wilayah seluas 2.100 km persegi.

Pulau Vanderlin yang terbesar dan terjauh di timur, memiliki panjang 32km dari utara ke selatan dan lebar 13km. Hiu macan sepanjang 5,5 meter yang sudah melalui perjalan ribuan kilometer dari perairan ini ke Samudera Pasifik tiap tahunnya adalah figur mitos yang kuat.

Meski begitu, ahli konservasi kini mengkhawatirkan jumlah hiu macan karena statusnya yang 'Hampir Terancam' di daftar yang ditetapkan oleh lembaga International Union for Conservation of Nature (IUCN).

"Kini hiu macan tak lagi banyak. Namun kisah mimpi-mimpi ini menggambarkan bahwa dulu ada banyak hiu macan" kata Friday.

Perubahan pada iklim telah mengurangi jumlah hiu macan, perairan yang menghangat berdampak besar pada pertumbuhan hiu macan dan kemampuan mereka untuk berenang dalam jarak jauh, menurut para ilmuwan dari University of Adelaide.

Meski hiu ini tak lagi sering terlihat muncul di perairan, namun mereka masih dihormati sebagai pemberi kehidupan dan pencipta perairan tersebut.

Tugas Friday sebagai ranger laut salah satunya adalah melakukan patroli di pulau-pulau di Teluk untuk mengawasi jumlah hewan laut di kawasan tersebut dan memberi pengetahuan pada orang-orang sekitar akan cara lama dalam mencari ikan — bahwa orang hanya mengambil jumlah ikan sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Namun, yang lebih penting lagi, dia juga mengajari pemuda Yanyuwa untuk tahu bahasa mereka dan akan betapa pentingnya hewan-hewan laut.

Para ranger ini juga menjaga situs penting dan kuburan di pulau-pulau tersebut, selain juga keberadaan seni batu kuno yang, meski mulai pudar, tetap memperlihatkan gambar-gambar hiu.

"Masuk akal bahwa kami, para ranger laut Aborigin, ikut menjaga laut di sini; kami tahu negara ini dan cara mengambil ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," kata Friday.

Di 'negara air asin' ini, saya sering mendengar ekspresi bahwa semua orang melihat ke utara, ke arah Teluk, tempat datangnya para hiu. Namun tak banyak orang Australia atau turis yang datang sejauh ini ke utara.

John Bradley, guru sekolah dan ahli linguistik, pernah mengunjunginya, dan saya pertama membaca tentang kawasan ini dari buku yang ditulisnya, Singing Saltwater Country.

Lanskap di sini datar, panas dan kosong. Untuk memahaminya, Anda harus memahami bahasa dan kisah dari para pemilik aslinya yang tahu semua ceritanya: orang-orang Yanyuwa.

Yanyuwa adalah bahasa yang indah dan puitis. Bunyinya terdengar seperti laut yang digambarkannya dengan sempurna.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya