Si Bungsu Dolar Korban Lion Air di Mata Keluarga: Anggota DPRD yang Tak Gila Hormat

Arsan Mailanto, Jurnalis
Jum'at 02 November 2018 02:30 WIB
Dolar anggota DPRD Bangka Belitung dari Partai Kebangkitan Bangsa. Foto: Okezone/DPRD Babel
Share :

PANGKALPINANG - Peristiwa musibah kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada Senin 29 Oktober turut dirasakan keluarga anggota DPRD Babel (Komisi II) yakni Dolar. Keluarga sangat kehilangan akan sosok si adik bungsu dari 11 bersaudara tersebut.

Dolar merupakan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Bangka.

Pihak keluarga menceritakan bahwa Dolar sangat unik, bersahaja di mata kerabat dan tetangganya. Sebab memiliki jiwa sosial tinggi, dan sosok yang tidak tegaan jika melihat orang lain sedang mengalami kesusahan.

" Dolar adalah adik bungsu. Kami 11 bersaudara 3 sudah meninggal dunia dan dia satu-satunya anak laki-laki di keluarga kami," ujar sang kakak Nurmala (43) kepada Okezone di kediamannya di Selindung, Pangkalpinang, Bangka, Kamis (1/11/2018).

Dia mengisahkan bahwa Dollar merupakan sosok sedikit unik, pasalnya ketika almarhumah ibu mau melahirkannya almarhum bapak berpesan kalau seandainya yang lahir anak laki-laki maka akan diberikan nama yang berbeda dari lainnya yakni Dolar.

"Dia (Dolar) sangat menyenangkan sering menghibur kita, mungkin karena adik laki bungsu satu-satunya. Dulu bapak dan ibu juga bilang Dollar ini unik dalam keluarga, karena kata bapak, dulu setiap lahiran kok anak perempuan terus, dan berharap ada anak laki-laki sambil berharap kepada Allah," ucapnya seraya lirih.

Tetapi lanjut Nurmala, ketika ibu akan melahirkan ternyata laki-laki. Sangking senang dan gembiranya bapak dapat anak laki-laki, beliau langsung bilang ini anak harus beda dengan anak lainnya maka itu dikasih nama Dollar mata uang Amerika Serikat.

Menurut sang kakak, Dolar dikenal memiliki jiwa sosial kepada warga mungkin karena anggota dewan. Namun, tak membuat dia tinggi hati akan pekerjaannya. Dollar sosok pekerja keras, sering membantu orang kalau lagi membutuhkan mungkin untuk amal jariyahnya.

Baca: KNKT AS dan Boeing Akan Bantu Investigasi Kotak Hitam Lion Air

Baca: KNKT Butuh Waktu 2 Minggu untuk Baca Data Black Box Lion Air

"Dollar selalu minta dukungan dalam pekerjaan, terlebih saat maju caleg DPRD Babel dan karena satu-satunya anak laki dia dimanjakan oleh kami kakaknya. Di mata sahabatnya juga dia tidak tegaan kalau lihat ada yang kesusahan. Tadi ada beberapa seniman Babel dan kerabatnya bilang sangat kehilangan bang Dolar sosok mengayomi dan memerhatikan warga," kisahnya.

"Dia juga enggak gila hormat, justru kalau bertemu dengan orang lain dia duluan yang kasih salam. Kami bangga dengan Dolar baik dalam pekerjaan dan kesehariannya," timpal Nurmala.

Di samping itu sang kakak juga mengaku tak memiliki firasat atas kepergian sang adik. Karena sebelum peristiwa jatuhnya Lion Air JT-610, sang kakak sempat bertemu dengan Dolar di kediamannya.

"Terakhir ketemu 4 hari sebelum kejadian, ngobrol biasa di rumah dan gak lama. Kalau ada acara ngobrolnya lama banyak dibahas karena lagi kumpul semua. Soal musibah juga kita gak ada firasat aneh, dia kan anggota dewan banyak kerjaan dan kita sering komunikasi lewat telepon," terangnya.

Di sela-sela obrolan pihak keluarga merasa sangat merindukan sikap manja dari sang adik. "Sikap manjanya itu yang selalu kita kangenin, setiap hal-hal baik dilakukannya selalu kita dukung. Belum lagi sempat heboh informasi beredar di Facebook dan WhatsApp isinya kalau Dolar bersama rekannya HK Junaidi (Komisi VII) tidak ikut dalam penerbangan dikarenakan ketinggalan pesawat," ia menuturkan.

"Tapi saat itu kami hanya bisa berdoa saja, dan menunggu sampai sore hari namun belum ada kabar juga dari adik kami," tambah sang kakak dengan raut wajah sedihnya.

Kendati peristiwa musibah Lion Air JT-610 ini, Nurmala mewakili pihak pihak keluarga masih berharap keajaiban ditemukan jasad Dolar dalam keadaan utuh sembari memanjatkan doa kepada Sang Pencipta.

"Harapan kita jasad adik kami ditemukan seutuhnya atas izin Allah. Kami ini kalau mau dibilang memang enggak ikhlas. Tapi dalam agama Islam kita tidak bisa begitu. Kita harus mengikhlaskan segala-galanya pemberian dari Allah, karena semua akan kembali kepada-Nya. Ini kan kehendak Allah jadi apa boleh buat," ucapnya tersenyum.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya