"Sampai saat ini masih terisolir kurang lebih antara tujuh ribu dan delapan ribu warga," katanya.
Menurut dia, warga di dua desa itu membutuhkan bantuan dari pemerintah, terutama bantuan pengobatan karena warga terserang penyakit.
Menurut dia, upaya membuka jalur yang terisolasi itu membutuhkan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran tanah dan bebatuan yang menutupi jalan itu.
"Semua menghalangi akses jalan dan memang memerlukan alat berat, jembatan juga putus, solokan terputus," katanya.