Menurutnya, kedua menu favorit masyarakat tersebut diyakini dapat menjadi usaha kuliner yang cukup menjanjikan, bila digeluti secara tekun. Modal kecil dan proses pembuatan yang mudah, juga menjadi alasan kedua jenis makanan ini menjamur di berbagai daerah.
"Proses pembuatan fried chicken tadi berjalan lancar, semua ibu-ibu memperhatikan. Mulai dari marinasi (membumbui), penepungan sampai bisa keriting, lalu proses penggorengannya. Untuk martabak mini, mulai dari membuat adonan termasuk komposisi tepung, sampai akhirnya siap dimasak di cetakan," paparnya.
"Yang terutama yang harus dipersiapkan bagi yang akan memulai usaha fried chicken dan martabak mini adalah peralatan, mental wirausaha dan survei pasar, terutama untuk menentukan target dan harga jual," ujar Wasekjen DPP Partai Perindo itu.
Ia berharap pelatihan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh kaum emak-emak rumah tangga, untuk membantu menopang perekonomian keluarga.
"Semoga ilmu yang diberikan bisa menjadi bekal membuka usaha, sehingga bisa menopang ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan. Harapan selanjutnya adalah usaha mereka bisa berkembang, sehingga berdampak kepada penyerapan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran," imbuhnya.