Di Depan Kadernya, Megawati Beberkan Bahaya Ujaran Kebencian dan Hoaks

Bayu Septianto, Jurnalis
Kamis 15 November 2018 17:06 WIB
Megawati (Bayu Septianto/Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnowati mengingatkan kader-kadernya untuk berhati-hati dengan dunia siber khususnya dalam penggunaan media sosial. Meski tak terlalu aktif di media sosial, Mega melihat media sosial saat ini penuh dengan kebencian-kebencian.

"Jangan sekali-kali kalau sudah pintar cyber lalu mulai sombong dan pikiran baik dikalahkan dengan pikiran jelek. Kalau kita sekarang melihat permainan di medsos, whatever namanya, itu kan penuh dengan kebencian," ujar Megawati saat memberikan arahan kepada caleg PDIP di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

 Baca juga: Megawati Buka Sekolah Caleg, Puluhan Kader PDIP Bakal Digembleng

Megawati juga mengingatkan para kadernya untuk bisa mengontrol pikirannya agar tak terjerumus ke dalam perilaku yang bisa membangun kebencian.

"Ketika orang tidak bisa mengontrol otak mereka sendiri sehingga nurani kebaikannya itu hilang dan menjadi kegelapan, yang ada adalah bagaimana membangun kebencian untuk orang itu bereaksi," jelasnya.

 Baca juga: Demokrat Bebaskan Kadernya Memilih, Hasto: Ini Strategi Elektoral yang Pas

Megawati yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) itu mengaku memahami kondisi psikologis orang-orang yang membuat berita kebencian. Menurut Mega, orang-orang seperti itu hanya ingin mengaktualisasikan dirinya bahwa ia memiliki kelebihan dibandingkan orang lain.

"Padahal itu ternyata sebaliknya. Kalau ditanya kamu kenapa sih enggak bisa bicara soal kasih sayang kecintaan hal-hal baik? Pasti orang itu langsung gagap dan tidak berani menunjukkan dirinya sendiri," ucap Mega.

 Baca juga: "Elektabilitas Parpol Tidak Cuma Ditentukan Capres & Cawapres"

"Kebanyakan kan (akun) anonim, atau kalau umpama ada namanya, lalu kita balas, sering tidak ada reaksi. Atau kalau dia berani melempar, bukan atas namanya lagi. Saya kira kita tahu namanya persoalan yang seperti itu," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya