Megawati yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) itu mengaku memahami kondisi psikologis orang-orang yang membuat berita kebencian. Menurut Mega, orang-orang seperti itu hanya ingin mengaktualisasikan dirinya bahwa ia memiliki kelebihan dibandingkan orang lain.
"Padahal itu ternyata sebaliknya. Kalau ditanya kamu kenapa sih enggak bisa bicara soal kasih sayang kecintaan hal-hal baik? Pasti orang itu langsung gagap dan tidak berani menunjukkan dirinya sendiri," ucap Mega.
Baca juga: "Elektabilitas Parpol Tidak Cuma Ditentukan Capres & Cawapres"
"Kebanyakan kan (akun) anonim, atau kalau umpama ada namanya, lalu kita balas, sering tidak ada reaksi. Atau kalau dia berani melempar, bukan atas namanya lagi. Saya kira kita tahu namanya persoalan yang seperti itu," tandasnya.
(Fakhri Rezy)