3. Masih Memiliki Kaldera
Diketahui gunung raksasa tersebut memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api. Melansir dari Wikipedia, Kaldera sendiri merupakan fitur fulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik.
Mengetahui gunung raksasa tersebut masih memilki kaldera, para pakar mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api bawah laut ini.
Keberadaan gunung api raksasa tersebut, sempat membuat heboh kembali setelah Gunung Anak Krakatau mengalami Erupsi.
Sekadar informasi, keberadaan gunung api raksasa ini ternyata sudah diketahui dan ramai diperbincangkan sejak 2013 silam. Asisten II Pemprov Bengkulu tahun 2013 kemarin, Ir M Nasyah, MT, mengatakan bahwa gunung api tersebut berada di antara Pulau Enggano dan Pulau Mega serta merupakan salah satu gunung bawah laut tertinggi di dunia.
Baca Juga: Badan Geologi ESDM: 4,5 Juta Orang Terancam Letusan Gunung Api
4. Diteliti Lebih Lanjut oleh Geologi ESDM
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) mengaku perlu meneliti lebih lanjut mengenai temuan gunung api raksasa di bawah laut Sumatera tersebut.
Rudy Suhendar, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, mengatakan perlunya penelitian lebih rinci terkait gunung api raksasa tersebut. Menurutnya secara geografis di wilayah ring of fire memungkinkan ada, tetapi jika diisebut raksasa pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut.
“Itu kan informasi yang telah lama, sejauh ini Badan Geologi belum melakukan identifikasi secara rinci. Sejauh sejarah Gunung Api Indonesia sih tidak ada (bahaya),” ujarnya.
(Edi Hidayat)