SEOUL – Korea Selatan tidak lagi menyebut Korea Utara sebagai ‘musuh’ dalam buku putih Kementerian Pertahanannya. Langkah ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh Seoul sejak 2010 dan menandakan mulai menghangatnya hubungan kedua negara.
Dalam laporan dua tahunan yang dipublikasikan pada Selasa, 15 Januari Kementerian Pertahanan Korea Selatan tetap menyebut senjata pemusnah massal Korea Utara sebagai ancaman, namun, laporan itu tidak menyebutkan mengenai provokasi militer atau serangan siber Pyongyang sebagai ancaman utama bagi keamanan Seoul. Demikian diwartakan Straits Times, Selasa (15/1/2019).
BACA JUGA: Presiden Korsel: Kim Jong-un Benar-Benar Tulus Ingin Lakukan Denuklirisasi
Buku putih tersebut adalah yang pertama kali diterbitkan di bawah pemerintahan Presiden Moon Jae-in, yang mulai menjabat pada Mei 2017 dengan janji untuk mencari pemulihan hubungan dengan Korea Utara. Kedua Korea memiliki sekira satu juta tentara di dekat perbatasan mereka dan sampai saat ini masih belum menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953.
Laporan yang menjabarkan tujuan pertahanan dan keamanan Korea Selatan selama dua tahun ke depan itu menyatakan bahwa setiap kekuatan yang mengancam kemerdekaan negara atau wilayahnya akan dianggap sebagai musuh.