JAKARTA - Anggota DPR Ahmad Sahroni mengimbau perangkat lingkungan seperti pengurus RW aktif mendorong kemajuan ekonomi di lingkungannya. Pengurus RW disarankannya mendatangi perusahaan-perusahaan yang berlokasi di daerah itu untuk membuka lapangan pekerjaan terhadap masyarakat sekitar.
Hal itu dikemukakan Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Para kunjungan kerja Sahroni kali ini, salah seorang warga RT 05/13 bernama Muhammad Soleh Kawi menggambarkan lingkungan di RW tempatnya tinggal tak mengalami perubahan sejak lebih dari 10 tahun lalu.
“RW 13 keadaan tidak berubah jadi 10 atau 20 tahun kali sementara di sekeliling sudah banyak bangunan pabrik, ruko-ruko, ada perusahaan besar. Perkembangan ekonomi di sekitar tidak berdampak ke lingkungan masyarakat,” kata Sahroni kepada Okezone, Jumat (25/1/2019).
Menanggapi keluhan itu, Sahroni mewanti-wanti masyarakat tak hanya menyalahkan perusahaan di lingkungannya karena minim membuka lapangan kerja untuk lingkungan sekitar. Hal itu menurut Sahroni bisa dikarenakan berbagai faktor, termasuk kompetensi dan perilaku masyarakat yang akhirnya diterima bekerja di perusahaan tersebut.
“Di daerah rumah saya ada Astra, banyak pegawai yang ingin menyalurkan kerja, tapi tidak mumpuni proses persyaratannya. Ada yang melalui orang dalam bisa masuk, tapi sering bikin masalah, tiba-tiba gak pernah masuk, tiba-tiba maling. Itu jadi efek domino, di mana perusahaan bukan tidak mau ekonomi melekat ke satu daerah, tapi karena satu faktor itu,” papar caleg Dapil III DKI Jakarta ini.
Baca: Hoaks Merajela saat Pilpres, Ini Cara agar Tidak Mudah Membagikan Info Bohong
Baca: Jokowi Imbau Masyarakat Tidak Mudah Dikompor-kompori Berita Bohong
Politisi NasDem yang kini duduk sebagai wakil rakyat di Komisi III DPR ini menekankan, pengurus RW harus mampu memaksimalkan keberadaan perusahaan di lingkungannya untuk menyejahterakan masyarakat, baik pembangunan lingkungan maupun lapangan pekerjaan.
“RW harus lebih aktif menjemput bola untuk menyambangi masyarakat dan perusahaan yang mengelilingi daerahnya. Sambangi perusahaan-perusahaan, bikin surat pernyataan dari warga, RT, RW, bagaimana bisa dibantu lingkungan ini oleh perusahaan-perusahaan. Bantuan untuk masyarakat secara total bukan untuk pribadi,” pesan Sahroni.
Dalam kesempatan yang sama Sahroni mengajak masyarakat tak sekadar berani mengkritik pemerintah ataupun parlemen tanpa mau mengembangkan kemampuan dirinya. Dirinya menyayangkan bila di lingkungan setempat masih ditemukan pengangguran yang tak mau berusaha dan bermimpi besar menjadi orang sukses.
“Jangan hanya mengkritik tapi menjadi pengangguran. Jangan cuma gaya akhirnya premanisme terjadi di Jakarta Utara, merasa dirinya hebat, dikit-dikit ngeluarin parang," kata dia.
"Sekarang enggak zaman, zamannya sekarang bagaimana masyarakat ada keuntungan dari perwakilan di daerahnya,” ucap Sahroni seraya kembali mengingatkan peran penting struktur RW dalam mengangkat perekonomian dan kondisi lingkungannya.
Selain di Pademangan Barat, Sahroni hari ini juga melakukan kegiatan reses di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Kali Sunter. Di lokasi ini Sahroni menyerap aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan mereka. Dua hal yang dikeluhkan masyarakat di lingkungan ini yaitu mengenai persoalan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan infrastruktur penerangan.
“Dari tahun 81 sampai sekarang bahkan sudah keropos. Ada 33 tiang. Tahun 1999 saya pernah menghadap ke PLN namun sampai sekarang tidak ditanggapi,” kata salah seorang warga yang hadir dalam kunjungan kerja Ahmad Sahroni.
Menanggapi persoalan itu Sahroni meyakinkan dirinya akan mengklarifikasi PLN untuk menanyakan solusi terbaik atas rentannya tiang listrik di Jalan Kali Sunter. Sementara menghadapi Pemilu Serentak yang akan diselenggarakan pada 17 April mendatang, Sahroni meminta masyarakat memilih sesuai hati nurani tanpa saling mencaci atau menghujat.
“Pemilu 17 April saya mengimbau, jangan karena agama bapak ibu mendapat intervensi untuk memilih salah seorang. Pilihlah pemimpin yang sesuai kata hati,” kata Sahroni
“Kita pengen ke depan bangsa ini bangsa yang kuat, bukan kuat karena adu domba, bukan kuat mencaci maki satu sama lain,” imbuh pria yang lekat dengan panggilan Anak Priok ini.
(Rachmat Fahzry)