“Dari tahun 81 sampai sekarang bahkan sudah keropos. Ada 33 tiang. Tahun 1999 saya pernah menghadap ke PLN namun sampai sekarang tidak ditanggapi,” kata salah seorang warga yang hadir dalam kunjungan kerja Ahmad Sahroni.
Menanggapi persoalan itu Sahroni meyakinkan dirinya akan mengklarifikasi PLN untuk menanyakan solusi terbaik atas rentannya tiang listrik di Jalan Kali Sunter. Sementara menghadapi Pemilu Serentak yang akan diselenggarakan pada 17 April mendatang, Sahroni meminta masyarakat memilih sesuai hati nurani tanpa saling mencaci atau menghujat.
“Pemilu 17 April saya mengimbau, jangan karena agama bapak ibu mendapat intervensi untuk memilih salah seorang. Pilihlah pemimpin yang sesuai kata hati,” kata Sahroni
“Kita pengen ke depan bangsa ini bangsa yang kuat, bukan kuat karena adu domba, bukan kuat mencaci maki satu sama lain,” imbuh pria yang lekat dengan panggilan Anak Priok ini.
(Rachmat Fahzry)