"Untuk biaya deportasi ditanggung oleh pihak perwakilan mereka karena kita tidak ada anggaran untuk itu," ujarnya.
Mas Agus menjelaskan, 23 imigran itu diamankan pihak TNI AL Dumai pada 18 Januari 2019. Saat ini, pihak Lanal Dumai melakukan patroli di Selat Malaka Perairan Riau.
Saat itu, petugas melihat ada kapal yang mencurigakan di Perairan Bengkalis. Setelah berhasil mengejar, petugas memeriksa kapal.
Dari pemeriksaan, didapat puluhan imigran yang semuanya berjenis kelamin pria dengan usia 20 sampai 35 tahun. Mereka mengaku akan berangkat ke Malaysia melalui jalur tidak resmi.