4 Fakta Kecelakaan Bus di Tol Cipularang, Nomor 3 Bikin Merinding

, Jurnalis
Selasa 29 Januari 2019 13:56 WIB
Bus terguling di Tol Cipularang. (Foto : Ist)
Share :

JAKARTA – Bus PO Bima Suci jurusan Bandung-Merak terguling di parit ruas Tol Cipularang KM 70+400, pada Senin, 28 Januari 2019 pagi. Akibatnya, 7 penumpang meninggal dunia, 4 penumpang luka berat, dan 20 orang luka ringan.

Berikut beberapa fakta yang dirangkum Okezone, Selasa (29/1/2019), terkait kecelakaan nahas tersebut:

1. Bus Tabrak Pembatas Jalan hingga Terguling

Kecelakaan itu bermula saat bus Bima Suci jurusan Bandung-Merak melintas di Jalan Tol Cipularang. Pukul 09.10 WIB, saat hendak melintas di KM 70+400 arah Jakarta dengan jalan yang relatif lurus, bus yang dikemudikan Dede Suhaeri, warga Cilegon, hilang kendali.

Menurut AVP Corporate Communications PT Jasa Marga Irra Susiyanti dalam rilis yang diterima Okezone, bus yang hilang kendali tersebut menabrak guardrail (pembatas) kiri jalan lalu masuk ke selokan (row) di kiri jalan.

Saat kejadian, kondisi jalan dalam keadaan basah akibat turunnya hujan. Sopir yang diduga tidak bisa mengendalikan kecepatan bus sehingga kendaraan itu tergelincir dan oleng ke sisi kiri jalur. Sebelum terguling di parit, kendaraan tersebut sempat menambrak pembatas jalan.

 

2. Korban Dilarikan ke 3 RS

Usai kecelakaan itu, seluruh korban baik yang meninggal maupun yang luka-luka langsung dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda di Purwakarta. Ketiga rumah sakit itu yakni RS MH Thamrin, RSU Siloam, dan RS Rama Hadi.

Rinciannya, RSU Siloam menangani empat dari tujuh korban meninggal, masing-masing atas nama Jalaludin (24), warga Kampung Jatinenggong, Desa Cikoaskas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat; Usep Wahyudin (43), warga Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Sementara dua korban tewas lainnya yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan masih belum diketahui identitasnya.

Pada waktu yang sama, RS MH Thamrin menangani satu korban meninggal atas nama Daud Sumaji Basarah, warga Desa Neglasari, Kelurahan Cibeunying Kaler, Bandung.

Sementara itu, RS Rama Hadi menangani dua korban lainnya, yaitu Tsalits Ahmad Faruq (44), warga Kampung Jatibaru, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang; serta Adya Husni (51) warga Kampung Gedangan Permai, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jateng.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya