Meski sudah meneguhkan mendukung salah satu calon presiden, Agum menegaskan bahwa Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) yang dipimpinnya, secara lembaga netral dalam mengahadapi pesta demokrasi.
"Sebagai individu masing-masing anggota Purnawirawan di organisasi manapun sebagai individu kita hak politiknya sudah sama dengan masyarakat biasa. Punya hak pilih," ujar Agum.
Agum pun menjelaskan bahwa pilihan politik tidak harus memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah dipelihara sejak dulu. Perbedaan dalam pilihan dianggapnya sesuatu yang wajar di negara demokrasi.
"Penekanan saya adalah perbedaan memilih ini sifatnya sementara. Begitu Pilpres berakhir tidak ada lagi perbedaan. Hormati apapun yang menjadi keputusan demokrasi. Itu lah dewasa dalam berdemokrasi," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)