KEPOLISIAN Belgia memburu kawanan pencuri yang menggali terowongan dari selokan menuju brankas sebuah bank di Kota Antwerp, Belgia, dekat distrik perdagangan permata di sana. Diperkirakan mereka mulai beroperasi pada Minggu 3 Februari 2019 pagi dari gedung di seberang bank dengan menggali terowongan ke arah pipa-pipa pembuangan limbah yang sebagian diameternya hanya 40 sentimeter.
Dari tempat itu, mereka menggali terowongan kedua menuju Bank BNP Paribas Fortis dan membobol setidaknya 30 brankas yang diduga berisi uang serta barang berharga lainnya.
Sejauh ini bank tersebut belum mengungkapkan berapa jumlah simpanan yang dirampok.
Perusahaan pembuangan air limbah yang menangani kawasan itu menyatakan pencurian ini amat berbahaya karena adanya risiko gas bocor dan banjir bandang.
Ada Lubang di Lantai Bank
Saat polisi mendatangi lokasi pencurian di bangunan Bank BNP Paribas Fortis, ditemukan 30 kotak deposit yang "sudah kosong". Polisi juga mendapati "lubang di lantai" dan "terowongan ke sistem pembuangan limbah" di bawah bangunan bank tersebut.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa pencuri mulai beraksi melalui sebuah gedung di seberang bank tersebut pada Minggu dini hari. Kawanan pencuri itu kemudian masuk melalui terowongan –sepertinya baru digali– sepanjang 4 meter, sebelum berusaha menembus ke pipa pembuangan limbah.
Untuk mendekati bangunan bank, tampaknya para pencuri merayap melalui pipa pembuangan, yang berdiameter antara 40 cm dan 1 meter, sebelum menggali terowongan sejauh empat meter dan muncul persis di dekat brankas bank.
Polisi belum mengatakan berapa banyak yang uang dicuri dalam aksi perampokan itu.
Els Liekens, dari perusahaan air limbah Aquafin, mengatakan perampokan dengan menggunakan metode seperti ini sangat berisiko bagi pelakunya.
"Pertama-tama, menggali terowongan menuju sistem pembuangan limbah berbahaya bagi para perampok itu sendiri karena kemungkinan terjadi penurunan muka tanah," katanya.
"Dan, di dalam selokan, Anda bakal menghadapi situasi berbahaya, seperti konsentrasi gas yang berasal dari air limbah," tambah Els Liekens.
Adapun pihak nasabah bank merasa kesal lantaran kurangnya informasi dari bank terkait perampokan itu. Padahal, mereka mengaku menyimpan uang dan barang berharga lainnya di bank tersebut.
"Banyak nasabah yang tidak hanya menyimpan uang atau perhiasan, tetapi juga barang-barang milik keluarga," kata salah seorang nasabah.
Kejadian serupa pernah terjadi di Kota Nice, Prancis, pada 1976, ketika sekawanan pencuri menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menggali terowongan agar dapat menembus bangunan kantor cabang sebuah perusahaan keuangan.
Mereka dilaporkan menjarah lebih dari 200 brankas yang jika diuangkan nilainya mencapai jutaan dolar Amerika Serikat.
(Hantoro)