Rumah Produksi Tahu Terbakar, Pemiliknya Meninggal Terpanggang

Ade Putra, Jurnalis
Kamis 07 Februari 2019 18:19 WIB
Kebakaran Rumah Produksi Tahu di Sintang, Kalbar (foto: Ade Putra/Okezone)
Share :

SINTANG - Rumah produksi tahu di Gang Barata, Kecamataan Sintang Kota, Kabupaten Sintang, Kalbar, hangus dilalap api, pada Kamis (7/2/2019) sekira pukul 00.45 dinihari WIB. Pemilik rumah, Asiong tewas terpanggang api.

Pria 74 tahun itu diketahui sedang tidur pulas saat api membakar seluruh bangunan yang juga menjadi tempat tinggalnya. Korban juga dalam keadaan sakit.

(Baca Juga: Area Pertamina EP Balongan Indramayu Terbakar) 

Isak tangis keluarga pecah, bahkan ada yang sampai jatuh pingsan ketika melihat Asiong sudah tak bernyawa, saat dikeluarkan dari rumah setelah sejam lebih kebakaran itu. Jenazah korban langsung dibawa masuk dalam ambulan untuk dievakuasi ke RSUD Ade M Djoen Sintang.

Meli, saksi mata yang kos-kosannya berada tepat di belakang lokasi kejadian mengatakan, saat itu ia terbangun untuk membuat susu anaknya. Dia kemudian melihat cahaya dari balik orden jendela kaca kamarnya.

“Setelah saya buka orden, ternyata ada kebakaran rumah. Memang pada saat itu belum besar, tapi sudah melebar,” ucapnya kepada wartawan, Kamis siang.

Melihat kejadian itu, Meli berteriak sekencang-kencangnya. Sehingga membuat suaminya yang sedang tidur pulas langsung bergegas bangun untuk melihat kejadian tersebut. “Hawa panas api juga sudah nyampaikan di kos saya, meski saat kejadian hujan turun,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pada saat kejadian itu, sang suami langsung membawa anaknya yang masih bayi tersebut keluar rumah. Karena ditakutkan api merembet sampai di kediamannya. "Tidak lama kemudian, pemadam kebakaran datang. Tapi kondisi api sudah mulai membesar,” kata dia.

Untungnya, kata Meli, api cepat dijinakkan petugas pemadam kebakaran. Sehingga tak merembet hingga di kediamannya. Ditambah lagi dengan bantuan hujan yang turun.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Sintang, Martin Nandung mengatakan, pihaknya menerjunkan enam unit mobil pemadam kebakaran. Termasuk dari mobil Yayasan Busera. Metode pemadaman, tim dibagi menjadi dua tempat. Di depan dan di belakang rumah yang terbakar.

"Kita sampai ke lokasi setelah 15 menit setelah mendapat laporan. Personel yang kita turunkan 50 orang,” ujarnya.

Api benar-benar diyakini padam, sekira pukul 02.55 WIB. Terdapat satu rumah yang hangus terbakar, karena tak sempat merembet ke rumah lainnya yang berada didekatnya. “Untungnya kita cepat dapat memadamkan api. Sehingga hanya satu unit rumah yang terbakar,” terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya