"Ke depannya memang tantangannya seperti itu karena suka atau tidak suka ada kekecewaan dari sebagian masyarakat tentang kinerja dari wakil rakyat nah bagaimana dengan caleg yang berikutnya yang kebetulan dalam tanda petik sudah mendapat pembekalan ringan juga," jelas Taufik Tumbelaka.
Kedepan, persoalannya menurut Tumbelaka adalah nanti ketika mereka duduk, perjuangannya jelas atau tidak karena arahnya kemana perjuangan ini yang menjadi warna dan kita tunggu karena mejawab kekecewaan anggota dewan sebelumnya.
"Dan yang paling penting adalah mereka sudah didoakan di rumah Tuhan dan persoalan di situ adalah tanggung jawab moral mereka dan tanggung jawab moral mereka kepada yang di atas," kata Tumbelaka.
Terkait peluang yang dimiliki oleh para caleg yang juga Pendeta menurut Tumbelaka ada beberapa pendeta memang untuk di DPRD Provinsi Sulawesi Utara pernah tembus bahkan pernah jadi ketua DPRD Provinsi Sulut, kedepannya peluang mereka ada tapi yang paling penting adalah bukan persoalan peluangnya, tetapi ketika mereka duduk, perjuangannya itu yang memang dinanti oleh umat atau jemaatnya.
"Nah ini yang tantangan terbesar dan ini menjadi bola panas yang tidak mudah diatasi, kalau melihat perjalanan yang lalu-lalu ada beberapa pendeta yang masuk, kinerjanya tidak di bilang buruk, tapi mestinya bisa lebih dari itu karena memang mereka punya kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh oknum politik lainnya karena mereka mempunyai kekuatan dikependetaan atau kerohaniawan itu," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)