JAKARTA – Ketua DPP Partai Hanura Benny Ramdhani merasa kecolongan setelah 11 eks koruptor lolos sebagai caleg di Pileg 2019 dari partai besutan Wiranto itu. Ia mengatakan, karena mepetnya waktu pendaftaran membuat pihaknya tak bisa mengecek satu per satu caleg yang didaftarkan. Sehingga, dipercayakan kepada instumen partai di daerah, tapi ternyata mereka tak menjalankan instruksi yang disuruh oleh DPP.
“Kecolongan karena kita terlalu memberi kepercayaan penuh ke daerah. Jadi, ya kita belajar lah bahwa demokrasi dengan meletakkan sepenuhnya tanggung jawab ke bawah yang aspiratif buttom-up juga tidak selamanya benar,” kata Benny saat dihubungi, Rabu (20/2/2019).
Menurut dia, pihaknya tidak bisa melarang para mantan narapidana kasus korupsi untuk mendaftarkan diri sebagai calon wakil rakyat. Sebab, di dalam Undang-Undang Pemilu pun tidak dilarang.