"Politisnya kentallah dan itu kemasan aja itu, saya pikir masyarakat enggak usah ngikutin itu. Dan itu sudah terlalu jauh, masa Monas dijadikan central ibadah, bagaimana mungkin kok itu rumah ibadah dipindahkan ke Monas? udah enggak bener itu," ujarnya.
(Baca juga: Cegah Kemacetan saat Malam Munajat 212, Disediakan Lokasi Parkir di Sekitar Monas)
Kapitra pun mengimbau, agar masyarakat khususnya umat Islam tidak ikut dalam kegiatan Munajat 212 tersebut. Dirinya menegaskan bahwa Munajat 212 tersebut bentuk politisasi ibadah.
"Ya saya imbau untuk jangan ikut itu, karena itu politisasi ibadah itu. Itu bukan pure untuk munajat. Seharusnya bermunajat di masjid," tegasnya.
(Awaludin)