Sebagai contoh, katanya, dari hamparan areal gambut rusak di sebuah desa dengan luas mencapai 10.000 hektare, BRG dan mitra dengan keterbatasan hanya mampu membasahi gambut seluas 2.500 hektare.
Maka, BRG bersama masyarakat dan pemerintah memutuskan areal gambut yang menjadi prioritas pembasahan. "Umumnya masyarakat memilih areal gambut dengan pemukiman dan kebun mereka. Sehingga kalau ada api, pemukiman, sekolah dan kebun mereka aman," ujarnya.
Sementara itu, areal yang belum masuk dalam intervensi BRG, terutama jauh dari areal pemukiman dan perkebunan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah karena masih terbakar pada awal 2019 ini.
Nazir mengatakan, sebagian daratan Riau merupakan areal gambut. Data yang dikeluarkan Universitas Riau tercatat luas lahan gambut Riau mencapai 4,8 juta hektare, atau 51,06 persen dari total luas Riau.
(Baca Juga: Diperintah Jokowi, Panglima TNI Pantau Langsung Karhutla di Riau)