Ketika dipilih pada 2013, Paus Fransiskus menyerukan "kepastian aksi" pada masalah pelecehan seksual. Tapi, sejumlah kalangan menilai pria tersebut belum berbuat cukup untuk menghukum para uskup yang diduga menutup-nutupi kasus dugaan pelecehan seksual.
Ribuan orang diperkirakan telah dilecehkan oleh sejumlah pastor selama berpuluh tahun dan pihak Gereja dituduh menutup-nutupi kejahatan di seluruh dunia.
Para penyintas mengatakan sebuah protokol diperlukan untuk melindungi anak-anak.
Singkat kata, Paus Fransiskus mengalami tekanan luar biasa untuk membuktikan Vatikan tidak tinggal diam dalam mengatasi krisis ini dengan mengeluarkan solusi-solusi konkret.
(Fakhri Rezy)