TAIPEI - Maskapai terbesar di Taiwan, China Airlines menyatakan telah menjatuhkan hukuman kepada salah seorang pilotnya yang terekam kamera tengah tertidur pulas di kokpit. Rekaman video yang diambil oleh kopilot penerbangan tersebut tersebar setelah dia mem-postingnya ke media sosial.
Dalam video tersebut, seorang pria paruh baya dengan seragam pilot dan headphone tampak tertidur dengan kepala tertunduk dan mata tertutup saat berada di kokpit Boeing 747.
Diwartakan South China Morning Post, Senin (25/2/2019), rekaman itu menarik perhatian setelah ditunjukkan dalam laporan di jaringan televisi Taiwan EBC pada Rabu. Pria itu diidentifikasi sebagai Weng Jiaqi, seorang pilot senior dengan pengalaman hampir 20 tahun yang dipromosikan menjadi pilot kepala tahun lalu.
SETN melaporkan, tidak jelas kapan atau di penerbangan mana video itu direkam, tetapi maskapai tersebut mengonfirmasi bahwa Weng telah melaporkan perilakunya dan menerima hukuman. Kopilot Weng yang merekam kejadian itu juga mendapat teguran karena dianggap telah melakukan "perilaku yang tidak pantas".
Berdasarkan laporan EBC, Weng adalah pilot yang bertugas dalam penerbangan jarak dekat, termasuk penerbangan ke kota-kota seperti Hong Kong, Shanghai, Beijing, Guangzhou, Tokyo, Okinawa dan Seoul.
Insiden itu terjadi setelah China Airlines pekan lalu mencapai kesepakatan dengan serikat pilot untuk mengakhiri pemogokan tujuh hari terkait kondisi kerja dan tunjangan. Pemogokan itu menyebabkan maskapai membatalkan lebih dari 200 penerbangan.
Pemogokan itu diselesaikan setelah China Airlines setuju untuk menambah jumlah pilot dalam satu penerbangan dengan berbagai tujuan guna mengatasi kelelahan dan meningkatkan keamanan.
Maskapai itu akan menerbangkan tiga pilot pada penerbangan dengan jarak tempuh lebih dari delapan jam, bertambah dari dua pilot yang sebelumnya ditetapkan. Sementara untuk penerbangan dengan durasi 12 jam, maskapai akan menugaskan empat pilot, yang juga merupakan peningkatan dari tiga pilot yang sebelumnya ditugaskan.
(Rahman Asmardika)