Ketua DPP Partai Demokrat itu meyakini Wiranto sangat mengetahui seluk beluk terjadinya peristiwa 98. Pasalnya, dia merupakan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) waktu itu. Alih-alih menjelaskan peristiwa yang sebenarnya, Wiranto, kata Ferdinand justru menantang Kivlan dan Prabowo melakukan sumpah pocong.
Baca: Tak Kunjung Dituntaskan, Tragedi Mei 98 Akan Jadi Hutang Negara
Baca: Cerita Orang Tua Korban Tragedi Semanggi & Trisakti yang Mangrak Belasan Tahun
"Saya pikir Wiranto sangat tahu 98 itu terjadi seperti apa. Beliau panglima pada saat itu. Nah sekarang kalau menantang Pak Kivlan Zein lucu lah. Saya prihatin," kata Ferdinand.
Wiranto menantang calon presiden (capres) Prabowo Subianto, dan Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein untuk melakukan sumpah pocong guna membuktikan dalang dari kerusuhan 1998.
"Saya berani sumpah pocong saja, 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zein? Sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu, biar jelas masalahnya. Jangan asal menuduh saja!" tegas Wiranto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 26 Februari 2019.