Trauma gempa bumi, menurut Suban, masih melekat di ingatan warga Pulau Flores. Betapa tidak, gempa dahsyat yang terjadi pada 1992 menyisahkan kisah sedihnya. Banyak orang menjadi korban.
"Apalagi kami di sini (Waibalun) yang langsung berhadapan dengan laut. Kewaspadaan penting, jangan-jangan terjadi lagi," katanya.
#Gempa Mag:4.5, 04-Mar-19 05:51:47 WIB, Lok:8.13 LS, 122.95 BT (Pusat gempa berada didarat 20 km Baratlaut Flores Timur), Kedlmn:24 Km Dirasakan (MMI) II Larantuka #BMKG pic.twitter.com/VbK6AXTn3G
— BMKG (@infoBMKG) 4 Maret 2019
Sementara Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Kupang mencatat terjadi gempa bumi bermagnitudo 4,5 pada Senin 4 Maret 2019, pukul 06.51.47 Wita. Gempa ini berlokasi di 8,13 lintang selatan dan 122,95 bujur timur. Jaraknya 20 kilometer barat laut Flores Timur dengan kedalaman 24 km.
Kepala Geofisika Kampung Baru Penfui Kupang Robert Owen Wahyu mengatakan, gempa bumi ini tak berpotensi menimbulkan tsunami. Dia menuturkan, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Flores Back Arc Thrust.