"Itu merupakan produksi terendah dalam lebih dari satu dekade," kata Koordinator Residen PBB, Tapan Mishra, mengutip AFP, Rabu (6/3/2019).
"Ini menghasilkan kesenjangan makanan yang signifikan."
Baca: Korut Larang Warganya Minuman Keras dan Bernyanyi, Ini Penyebabnya
Baca: Korea Utara Bangun Kembali Lokasi Peluncuran Roket Pascapertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un
Akibatnya, 10,9 juta orang di Korut membutuhkan bantuan kemanusiaan. Artinya 600.000 lebih banyak dari tahun lalu. Hal ini sekaligus meningkatkan potensi kekurangan gizi dan penyakit.