Panen Korea Utara Terburuk Dalam 10 Tahun

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Rabu 06 Maret 2019 20:26 WIB
Petani Korea Utara. Foto/Reuters
Share :


Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Korea Utara (Korut) mengalami panen terburuk selama lebih dari satu dekade atau 10 tahun pada tahun lalu.

Hal itu disebabkan bencana alam, kurangnya lahan yang subur ditambah produksi sektor pertanian yang tidak efisien.

Negara mendapatkan sanksi-sanksi atas program senjata nuklir dan rudal balistik, telah sejak lama berjuang untuk mencukupi kebutuhan warganya dan menderita kekurangan pangan kronis.

PBB menyatakan panen di Korut tahun lalu tercatat hanya mencapai 4,95 juta ton, turun 500.000 ton.

"Itu merupakan produksi terendah dalam lebih dari satu dekade," kata Koordinator Residen PBB, Tapan Mishra, mengutip AFP, Rabu (6/3/2019).

"Ini menghasilkan kesenjangan makanan yang signifikan."

Baca: Korut Larang Warganya Minuman Keras dan Bernyanyi, Ini Penyebabnya

Baca: Korea Utara Bangun Kembali Lokasi Peluncuran Roket Pascapertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un

Akibatnya, 10,9 juta orang di Korut membutuhkan bantuan kemanusiaan. Artinya 600.000 lebih banyak dari tahun lalu. Hal ini sekaligus meningkatkan potensi kekurangan gizi dan penyakit.

Angka itu setara dengan 43 persen dari populasi.

Namun, saat jumlah orang yang membutuhkan bantuan meningkat, PBB harus memotong target bantuan—dari 6,0 juta menjadi 3,8 juta orang—dalam menghadapi kekurangan dana agar bisa tersalurkan.

Mishra menyebut hal ini menjadi salah satu rencana kemanusiaan yang didanai terendah di dunia.

Dia juga menyebut sanksi menyebabkan keterlambatan dan tantangan yang tidak diinginkan untuk program-program kemanusiaan, meski bantuan-bantuan itu sudah diberi pengecualian dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya