SEMARANG - Demam berdarah dengue (DBD) seolah menjadi teror yang terus menghantui warga Kota Semarang setiap memasuki musim hujan. Beragam cara dilakukan untuk memberantas nyamuk aedes aegypti, termasuk blusukan berburu jentik ke kamar mandi.
Ari Yalaswati, perempuan yang tercatat sebagai Caleg DPRD Kota Semarang itu tanpa canggung langsung menuju kamar mandi setelah mendapat izin pemilik rumah. Sambil memegang lampu senter, matanya awas mencermati bak air.
Tak hanya bak mandi, Caleg Dapil 4 itu juga memeriksa ember-ember berisi air. Butuh waktu sekira 3-4 menit untuk mencermati setiap ember air. Hasilnya, perempuan yang akrab disapa Yalas itu menemukan satu makhluk kecil yang menggeliat-geliat dalam air.
"Ada jentik yang kita temukan, lalu langsung kita buang airnya. Makanya kita ajak warga untuk terus menggiatkan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," ucap Yalas, Kamis (7/3/2019).
Dia yang ditemani sejumlah caleg Perindo juga memeriksa rumah-rumah warga di Kampung Kalilangse Gajahmungkur Semarang. Setelah mengantongi izin pemilik rumah, mereka menyebar untuk berburu jentik nyamuk.
"Ini sebagai bagian dari usaha kita untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat. Sebab pada musim hujan seperti ini angka DBD meningkat," kata Yalas yang didampingi Agustina Triastuti Wulandari (Dapil 1).
Selain berburu jentuk-jentik nyamuk di kamar mandi, Partai Perindo juga menggelar fogging di lingkungan rumah warga. Terdapat ratusan rumah warga di RT 3 dan 8, RW 2 yang disisir petugas untuk diasapi.
"Semoga dengan cara-cara ini masyarakat bisa bebas dari serangan demam berdarah dengue. Sesuai visi misi Perindo, bahwa kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan salah satu wujud kesejahteraan itu adalah masyarakat yang sehat," ujarnya.
(Rizka Diputra)