Hamdi menuturkan, debat capres-cawapres sesungguhnya merupakan debat publik. Ia menilai publik juga akan saling memberi tanggapan, bahkan memperdalam segala gagasan yang disampaikan paslon di dalam debat.
Perdebatan yang terjadi pascadebat, kata dia, merupakan hal positif dalam konteks pendidikan politik. "Kalau malam ini debat, lalu besok tidak ada lagi pembicaraan, berarti kan apa gunanya debat. Jadi secara teori, demokrasinya tidak benar ini," ujarnya.
Debat terakhir Pilpres 2019 yang diikuti dua paslon capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mengusung tema seputar ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.
Sehari setelah debat terakhir, proses pemilu memasuki masa tenang yakni 14–16 April. Setelah itu proses pemungutan dan penghitungan suara dilakukan pada Rabu 17 April.
(Hantoro)