Rico menjelaskan, keunggulan PDIP di DKI Jakarta hampir merata di seluruh kotamadya Ibu Kota, yaitu di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Hanya di Jakarta Selatan keunggulan PDIP tertinggal dari Gerindra.
"Di Jakarta Pusat PDIP memimpin dengan perolehan 31,2 persen, di Jakarta Utara 28,3 persen, Jakarta Barat 32,5 persen, Jakarta Timur 24,1 persen. Sedangkan di Jakarta Selatan PDIP memperoleh 25,8 persen, kalah tipis dari Gerindra yang memperoleh 26,4 persen," katanya.
Besarnya perolehan suara dari PDIP dan Gerindra tidak terlepas dari fenomena coattail effect (efek ekor) jas dari pencalonan kedua tokoh partai tersebut pada Pilpres 2019, yaitu Joko Widodo (Jokowi) yang identik dengan PDIP dan Prabowo Subianto yang dipersonifikasikan dengan Gerindra.
"Setidaknya hasil survei ini mengonfirmasi bahwa PDIP dan Gerindra berhasil mendapatkan keuntungan coattail effect, mengingat tokohnya diusung dalam Pilpres," katanya.