JAKARTA - Elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ternyata masih unggul dibandingkan partai politik peserta Pemilu 2019 lainnya, khususnya di Jakarta. Adapun partai yang menempelnya adalah Gerindra.
Hal itu diketahui dari hasil survei Lembaga Media Survei Nasional (Median) terbaru terhadap elektabilitas partai politik di DKI Jakarta.
(Baca Juga: Pemerintah Jamin Tak Akan Ada "Tabrakan Massa" di Kampanye Akbar)
Menurut Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, survei dilakukan dengan pertanyaan 'partai politik manakah yang akan Anda pilih dalam Pemilu 2019 nanti? Ternyata untuk sementara PDIP menjadi partai yang paling banyak dipilih warga DKI Jakarta.
"Dari hasil survei diketahui bahwa PDIP memperoleh 28,1 persen, dibuntuti Gerindra dengan perolehan 22,9 persen, Demokrat di peringkat ketiga dengan 6,9 persen," katanya melalui siaran persnya, Jakarta, Kamis (14/3/2019).
Rico menjelaskan, keunggulan PDIP di DKI Jakarta hampir merata di seluruh kotamadya Ibu Kota, yaitu di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Hanya di Jakarta Selatan keunggulan PDIP tertinggal dari Gerindra.
"Di Jakarta Pusat PDIP memimpin dengan perolehan 31,2 persen, di Jakarta Utara 28,3 persen, Jakarta Barat 32,5 persen, Jakarta Timur 24,1 persen. Sedangkan di Jakarta Selatan PDIP memperoleh 25,8 persen, kalah tipis dari Gerindra yang memperoleh 26,4 persen," katanya.
Besarnya perolehan suara dari PDIP dan Gerindra tidak terlepas dari fenomena coattail effect (efek ekor) jas dari pencalonan kedua tokoh partai tersebut pada Pilpres 2019, yaitu Joko Widodo (Jokowi) yang identik dengan PDIP dan Prabowo Subianto yang dipersonifikasikan dengan Gerindra.
"Setidaknya hasil survei ini mengonfirmasi bahwa PDIP dan Gerindra berhasil mendapatkan keuntungan coattail effect, mengingat tokohnya diusung dalam Pilpres," katanya.
(Baca Juga: 253 Paket Beras Murah Ludes Diserbu Warga, Caleg Perindo Didoakan Terpilih)
Bagaimana PDIP dan Gerindra memperoleh keuntungan dari coattail effect itu, kata Rico, terlihat dari sebagian besar jawaban para responden yang akan memilih kedua partai itu.
"Ketika kami tanyakan motivasi memilih, sebagian besar atau 24,2 persen pemilih PDIP beralasan kinerja Jokowi bagus. Sedangkan sebagin besar pemilih Gerindra atau 25,3 persen beralasan suka kepada Prabowo," katanya.
Survei ini dilakukan pada pekan IV Februari hingga pekan I Maret 2019. Survei dilakukan pada 1.000 responden warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, melalui metode multistage random sampling. Margin of error +- 3.1 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
(Arief Setyadi )