MANADO - Sukses itu tidak sendiri, sukses itu bersama, sukses itu berkolaborasi, sukses itu tidak hanya mementingkan eksistensi, tetapi sukses itu bagaimana bisa mengajak semua teman-teman untuk sukses, teman-teman untuk berkarya, kita topang mereka dan kita bangkit bersama. Demikian disampaikan Founder Perkumpulan Literasi Sulawesi Utara, Faradilla Bachmid, saat menghadiri acara bertajuk “Lampaui Batas Dirimu dan Berani #KejarMimpi" di Universitas Sam Ratulangi, Manado yang diadakan CIMB Niaga.
"Sukses tidak sendiri, sukses itu bersama, sukses sendiri itu bukan sukses, kalau kamu sukses, kamu bahagia dengan karirmu dan itu hanya buat dirimu, bagi saya pribadi itu bukan sukses," ujar Faradilla Bachmid, Sabtu (16/3/2019).
Wanita yang akrab disapa Dhila ini sejak masih duduk di bangku kelas 3 SMA sudah membuka pendidikan gratis bagi anak-anak putus sekolah yang berlokasi di pasar Paal II. Tidak hanya sekedar belajar, anak-anak putus sekolah itu dikawal sampai mereka bisa sekolah.
Awal Dhila terjun untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak putus sekolah ketika melihat aktivitas anak-anak di pasar Paal II yang tidak sekolah.
"De, kenapa tidak sekolah, mereka menjawab buat apa sekolah, tujuan sekolahkan cuma satu, cari uang, buat apa kita sekolah tinggi-tinggi kalau kita kerja sudah bisa dapat uang, kok," kata Dhila ketika bertanya waktu itu.
Mendengar jawaban itu, Dhila merasa miris dan merupakan sebuah pukulan baginya.Ternyata di wilayah urban perkotaan, masih sangat banyak saudara-saudara kita yang butuh sekolah, tidak sekolah, bahkan makan saja harus cari sendiri dengan membantu orangtua bekerja. Mulai saat itu, gadis yang bermimpi menjadi astronot itu memutuskan untuk membantu mereka.
"Mimpi saya ingin jadi astronot, ingin menginjakkan kaki di bulan, ternyata hari ini saya menginjak bulan itu, dan tidak sendiri, saya bisa menginjak bulan itu bersama teman-teman saya, yang tadinya mimpinya putus tetapi Alhamdulillah bisa tercapai. Saya ingin teman-teman juga bisa," pungkas Dhila.
Usaha untuk meraih mimpi juga dijalani oleh Stilly Stephanie Loho, Owner Bapontar Adventure, yang menawarkan trip tiga Pulau (Bunaken, Siladen dan Pulau Nain) dengan harga murah yakni Rp150 ribu.
Stilly berani melepaskan pekerjaannya di sebuah maskapai penerbangan demi mewujudkan mimpinya sejak kecil, jalan-jalan ditempat-tempat yang Indah. Mulailah Stilly membuka usaha trip yang awalnya mendapatkan banyak cibiran karena harga yang ditawarkan sangat murah.
"Jika ingin memulai suatu usaha, hilangkan rasa takut, takut tidak punya modal, takut gagal, takut resiko, buang semua jauh-jauh. Tidak perlu rasa takut dan jangan berharap, karena setiap harapan besar pasti ada kekecewaan. Lakukan saja, mengalir apa adanya, karena apa yang kita buat harus ada kemauan dan tekad kuat, itu paling penting dan juga harus tahu mengatur keuangan," urai Stilly
Meski banyak mendapat penolakan dari berbagai pihak, Stilly tidak patah arang, dia terus maju. Baginya walaupun untungnya kecil, yang pentingtrip ini bisa berjalan terus, daripada untung besar tapi lambat. Kini, Stilly sukses menjalankan usahanya sendiri yang pernah dinobatkan sebagai trip paling murah se-Indonesia.
Belajar dari pengalamannya tersebut, Stilly mengajak kepada semua mahasiswa yang mengikuti #KejarMimpi Leaders Camp untuk berani meraih mimpinya karena sukses bukanlah suatu kebetulan, tetapi sukses adalah kemampuan untuk menjalani hidup sesuai dengan kemauan, hobi maupun kesukaan. Orang-orang sukses memiliki pola pikir yang sama, yaitu pola pikir yang besar.
"Ingat semua mimpi dapat terwujud bukan karena keajaiban, tetapi karena keringat dan kerja keras," pungkasnya.
Kerja keras pula yang menghantarkan Owner IT Center Manado, Jemmy Asiku, sukses membangun usahanya yang berawal dari sebuah garasi kecil. Meski berasal dari keluarga yang berkecukupan, namun Asiku terbiasa hidup mandiri dan tidak mau bergantung kepada orangtuanya.
"Saya buka toko pertama itu mulainya dari garasi, saya mulai jualan pulsa dan mulai jualan handphone," ujar Asiku.
Potensi jualan handphone pada masa itu sangat luar biasa, dan membuat usahanya kian maju. Dari garasi, Asiku bisa membuka toko handphone di sebuah mall hingga kini Asiku memiliki sebuah mall yang merupakan salah satu mall terbesar di Manado. Kini bukan hanya Manado, usaha Asiku juga merambah sampai ke luar Manado, seperti, Palu, Kendari dan Makassar.
"Dari mimpi menjadi kenyataan, saya berharap kalian pun bisa meraih mimpi kalian," pungkas Asiku.
Direktur Human Resources CIMB Niaga, Hedy Lapian mengatakan bahwa para tokoh inspiratif dari Sulawesi Utara sengaja dihadirkan sebagai bukti bahwa di daerah mereka ada anak-anak muda yang melakukan inisiatif yang bagus dan mampu meraih kesuksesan dengan usaha dan semangat pantang menyerah.
"Mereka diharapkan dapat menjadi role model yang meningkatkan motivasi para peserta untuk meraih sukses," pungkas Hedy.
(Fahmi Firdaus )