“Yang kita harapkan, pengembangan ekowisata ini bisa berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat. Selain tentunya bisa membantu pencapaian terget kunjungan wisatawan yang dibebankan pemerintah. Dengan potensi yang dimilikinya, kita yakin Bondowoso juga bisa berkembang,” paparnya.
Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan Bondowo bisa menjadi pilihan baru destinasi wisata di Jawa Timur.
“Jawa Timur memiliki sejumlah daerah yang menjadi destinasi wisata. Dan, Bondowoso bisa menjadi salah satunya. Yang coba kita gerakkan adalah dari sektor wisata alam. Karena, Bondowoso memiliki potensi itu. Dan hal terbukti kunjungan wisatawan ke daerah ini yang semakin meningkat,” tutur Ni Wayan Giri.
Berdasarkan data yang ada di Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan asing ke destinasi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Lonjakan terjadi di tahun 2017. Ketika itu, kunjungan wisman ke destinasi di Bondowoso mencapai 43.037 orang. Meningkat tajam jika dibandingkan tahun 2016 dengan jumlah 33.148 wisman. Di tahun 2018, kunjungan wisman ke destinasi di Bondowoso meningkat lagi menjadi 48.734 orang.
“Bondowoso memiliki 26 destinasi wisata. Data itu diambil dari kunjungan ke 26 destinasi tersebut. Namun, ada tiga destinasi utama yang menjadi pilihan wisatawan mancanegara. Yaitu Kawah Ijen, Kawah Wurung, dan Pemandian Air Panas Blawan,” katanya.