Pemerintah Libya Sebut Pemberontakan di Tripoli Tewaskan 21 Orang

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 08 April 2019 08:42 WIB
Pasukan Pendukung milisi di Libya (BBC)
Share :

Pasukan Nasional Libya (LNA) pimpinan Jenderal Haftar telah melakukan serangan serempak dari wilayah selatan dan barat Tripoli sejak Kamis (4/4) lalu.

PBB sudah menyerukan gencatan senjata demi alasan kemanusiaan, namun diabaikan oleh kedua pihak.

Sampai sejauh ini, menurut juru bicara PBB kepada kantor berita AFP bahwa mereka "masih mengharapkan tanggapan positif".

Pada hari Minggu (7/4), LNA mengklaim telah melakukan serangan udara pertama, sehari setelah Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), yang didukung PBB, memukul mereka dengan serangan udara pada hari Sabtu.

Pertempuran berlanjut di sekitar bandar udara internasional yang tidak digunakan di wilayah selatan ibu kota, yang sebelumnya diklaim sudah dikuasai pasukan Jenderal Haftar.

 Baca juga: 100 Migran Tewas Usai Perahu Karet yang Ditunggangi Rusak di Laut Tengah

Pasukan yang setia kepada GNA memperlambat serangannya dan pada hari Minggu, dan juru bicara GNA mengatakan kepada Al-Jazeera TV bahwa GNA saat ini akan melakukan "pembersihan" seluruh negeri dari gangguan Haftar.


Evakuasi seperti apa yang sudah dilakukan?

Pasukan AS di Afrika, yang bertanggung jawab atas operasi militer AS dan penghubung di Afrika, mengatakan karena ada "eskalasi peningkatan kekerasan" di Libya, pihaknya sudah memindahkan pasukan AS untuk sementara waktu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlahnya.

Ada laporan tentang penggunaan kapal amfibi cepat yang digunakan dalam operasi tersebut.

Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, mengatakan, semua kontingen dari 15 negara penjaga perdamaian telah dievakuasi dari Tripoli karena "situasi di Libya tiba-tiba memburuk".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya