Kembali ke titik awal?
Penolakan jendral Haftar menunjukkan bahwa, terlepas dari kecaman internasional atas tindakannya, dia meyakini bahwa masa depan politik Libya hanya dapat diamankan dengan kekuatan senjata.
Para diplomat khawatir, didasari cara dan waktu serangan, kemungkinan pasukan Haftar tidak mungkin mundur kecuali berhasil dikalahkan.
Sejumlah orang memperkirakan dia akan melanjutkan operasi militer - yang sudah lama disiapkan - karena mereka meyakini bahwa pembicaraan terus-menerus akan mengulur waktu sehingga penyelesaian politik baru tercapai melalui negosiasi dan pemilu.
Saat ini, negara-negara Barat sedang menyiapkan opsi untuk mengurangi kekerasan dan menemukan posisi untuk mereka sehingga sangat mungkin penyelesaian konflik di Libya harus mulai dari awal lagi.
Apakah pembicaraan damai sudah direncanakan?
Pembicaraan damai yang didukung PBB bertujuan untuk menyusun peta jalan demi terselenggaranya pemilu baru yang sudah dijadwalkan pada 14-16 April di kota Ghadames, Libya.
Utusan PBB Ghassan Salame bersikeras bahwa perundingan akan dilanjutkan, kecuali ada hambatan serius yang menjadi kendalanya. Dia mengatakan "kami tidak akan menyerah dengan masalah politik ini".
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, yang berada di Tripoli pada Kamis lalu, telah terlibat langsuhg dalam pembahasan upaya penyelesaian konflik di Libya.
Namun demikian Jenderal Haftar mengatakan pasukannya tidak akan berhenti melakukan serangan militer sampai mereka berhasil mengalahkan apa yang mereka sebut sebagai "terorisme".
(Fakhri Rezy)