Baca juga: Justice for Audrey, Ini Fakta-Fakta Terbaru Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak
“Bahwa di luar ini ada media sosial. Anak-anak kita ini berada di dalam situasi yang anak milenial, di mana media sosial ini mereka sangat paham. Karena itulah kemudian ancaman melalui dari media sosial bisa jadi positif, negatif. Sekaligus juga meningkatkan kemampuan orangtuanya. Dia harus mampu mengajari bagaimana menggunakan gadget dengan baik,” ungkapnya.
Selain orangtua, pihak sekolah juga diimbau mampu mencegah terjadinya kekerasan yang dilakukan siswa-siswinya. Tak hanya itu, peran masyarakat dalam membangun kelompok-kelompok perlindungan anak.
Baca juga: Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Audrey di Pontianak
“Ketiga anak itu kan diasuh di sekolah, maka guru juga harus memiliki kemampuan itu tadi. Bagaimana mencegah terjadinya kekerasan. Kemudian yang menjadi penting, yang terkait dengan masyarakat. Bagaimana membangun kelompok-kelompok perlindungan anak. Ini menjadi penting tingkat desa, kelurahan, kota agar masyarakat sendiri bisa mengasuh anak juga,” tutupnya.
(Fakhri Rezy)