SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mewaspadai sabotase oleh salah satu kubu konstestan Pemilu dengan berlama-lama di bilik suara. Bahkan, upaya bloking itu diduga melibatkan 50 hingga 100 orang secara berurutan hingga menghabiskan waktu pencoblosan.
“Rumor, katanya salah satu calon akan melakukan bloking TPS pada pagi hari. Katakanlah 50 orang atau 100 orang, terus dia akan memperlambat pada saat pemilihan tidak tiga menit tapi sampai 10 menit. Kalau 50 orang kali 10 menit kan 500 menit, 7 jam,” ujar pria yang akrab disapa Hendi itu, Selasa (16/4/2019).
Baca Juga: Polisi Bakal Tembak di Tempat Pengacau Pemilu
Hendi pun memantau sejumlah TPS di antaranya di wilayah Tugu, Mijen, Gunungpati, dan Tembalang untuk mengetahui kesiapannya. Selain itu, juga dilakukan dialog dengan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) bila menemukan kasus yang berupaya menghambat proses pemilihan.