Ketua PPK Wedi Sriyono dan Ketua PPK Klaten Selatan Topo Wiyadi mengemukakan, sangat berharap pemerintah menerjunkan tim medis ke PPK untuk memantau kesehatan para petugas, namun hingga kemarin belum pernah ada petugas medis yang datang.
"Kalau kita mau meninggalkan ini (surat suara) takut, ini dokumen negara. Sebaiknya dari Dinas Kesehatan yang datang memeriksa kesehatan teman-teman penyelenggara. Jujur, lelahnya luar biasa,” kata Topo Wiyadi.
Sejumlah petugas KPPS maupun PPK mengaku kapok, tak mau lagi menjadi petugas pada Pemilu mendatang, jika sistem masih seperti sekarang. Hal ini dikarenakan sistem Pemilu 2019 sangat berat, menguras energi dan tidak memperhatikan dari sisi kesehatan.
Asisten I Sekda Klaten dr Rony Roekmito saat dikonfirmasi mengemukakan, tidak berani mengirimkan tim medis, karena tugas memfasilitasi pihak pemerintah kepada KPU sudah ada aturanya.
(Awaludin)