Dia menjelaskan, jika nanti diterapkan siatem ganjil genap bagi kendaraan baik roda dua maupun roda empat diharapkam dapat mengurai kepadatan pemudik terutama pada puncak arus mudik.
"Kendaran plat nomor ganjil baik baik motor mupun mobi mungkin nyerbrang pada jam 12 malam kebawah, jam 12 keatas sampai jam 6 pagi yang genap. Tapi sifatnya himbauan, kita mengajak kepada masyarakt supaya mau menyebrang siang hari," ujarnya.
Selain pola ganjil genap, sejumlah pola pengatiram manajemen lain pun diwacanakan guna mengurai kepadatan. Mislanya pemberlakuan potongan harga bagi pemudik yang melakukan perjalanan siang hari, dan menaikan harga pada perjalanan malam hari.
"Pada arus mudik tahun ini prediksi kemungkinan kenaikan penumpang dan kendaraan sebesar 15 persen, sedangkan suplai kita untuk kapal maupun untuk dermaga masih seperti dengan tahun lalu, kita harus meningkatkan dan melakukan manajemen untuk pengaturan," katanya.
(Edi Hidayat)