"Jadi mereka-mereka lebih peduli terhadap diri sendiri, gadget, sudah disibukkan dengan kehidupan yang hedonis, kehidupan yang jauh dari penuh derita, sehingga sensitivitasnya itu sangat rendah," ungkapnya.
Jika hal ini terus berlanjut, Rofiq khawatir Indonesia akan sulit melakukan lompatan kemajuan secara pesat. "Yang ada adalah bagaimana mengembangkan kepentingan-kepentingan, bisnis dan lain-lain. Ada perubahan yang sangat signifikan, dan tentu itu ini jadi tantangan yang besar, karena bangsa ini akan menjadi sangat kokoh kalau anak muda itu punya peran," ujar Rofiq.
"Kalau tidak ada peranan anak-anak muda, mahasiswa yang signifikan terhadap kebangsaan ini, saya berkeyakinan Indonesia ke depan tidak akan melakukan satu lompatan besar dalam kemajuan karena anak-anak muda tidak dilibatkan," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)