Kekerasan Anti-Islam Terus Terjadi, Otoritas Sri Lanka Perpanjang Jam Malam

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 15 Mei 2019 11:15 WIB
Foto: Reuters.
Share :

COLOMBO – Sri Lanka telah memberlakukan perpanjangan jam malam skala nasional untuk dua malam berturut-turut setelah gelombang kekerasan anti-Muslim terus terjadi menyusul insiden serangan bom Paskah.

Pada Senin, seorang pria Muslim tewas ditikam sementara para perusuh membakar toko-toko yang dimiliki warga Muslim dan merusak masjid. Polisi telah menangkap 60 orang, termasuk pemimpin kelompok Buddha sayap kanan setelah insiden tersebut.

Jam malam pada Selasa mulai berlaku pukul 21:00 waktu setempat. Polisi mengatakan bahwa provinsi Barat Laut, di mana kekerasan terburuk terjadi, akan ditutup lebih lama. Demikian diwartakan BBC, Rabu (15/5/2019).

Kerusuhan di provinsi yang terletak di utara ibukota, Kolombo itu membuat polisi menembakkan peluru ke udara untuk membubarkan gerombolan massa penjarah di beberapa kota.

Ketegangan meningkat sejak kelompok militan Islam menyerang gereja dan hotel pada Minggu Paskah tiga pekan lalu. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 250 orang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya