Kendati demikian, dia bakal menjalankan amanah ini seprofesional mungkin demi menjaga serta melindungi tanah air Indonesia. Takdir yang tak bisa dihindari ini tentu bakal dilaksanakan dengan ikhlas dan sekuat tenaga.
"Walaupun saya wanita, tetapi dunia penerbangan tidak ada gender wanita atau pria. Bahkan pesawat atau alam juga tidak melihat hal itu. Jadi, saya akan berusaha dengan profesional," tandas Anisa.
Sementara itu, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna usai melantik atau mewisuda lulusan Sekbang TNI Terpadu menyatakan, pihaknya masih kekurangan jumlah penerbang. Idealnya, setiap tahun TNI harus meluluskan sebanyak 52 penerbang. Namun kali ini lulusannya hanya 43 orang.
"Untuk menyongsong kebutuhan alutsista yang akan datang, idealnya setiap tahun meluluskan 52 penerbang. Tetapi kami tidak bisa memaksakan untuk penerbang. Sebab harus memenuhi syarat dan mengutamakan kualitas, dengan harapan keselamatan terbang dan kerja bisa terjamin," ucap KSAU.