Ini Gurita Bisnis Tersangka Korupsi BLBI Sjamsul Nursalim

INews.id, Jurnalis
Rabu 29 Mei 2019 08:48 WIB
Tersangka korupsi SKL BLBI, Sjamsul Nursalim (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Tersangka kasus SKL BLBI, Sjamsul Nursalim kembali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini kedua kalinya dia mangkir untuk dikorek keterangannya terkait kasus yang terindikasi merugikan negara hingga Rp4,58 triliun.

Nama Sjamsul Nursalim pada 2018 lalu masih masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Kekayaannya ditaksir mencapai USD810 juta atau setara Rp11,34 triliun.

Lalu apa bisnis yang digeluti oleh Sjamsul? Dikutip dari laman iNews.id, pria berusia 78 tahun itu saat ini tinggal di Singapura meski sebagian bisnisnya masih berjalan di Indonesia. Merupakan anak dari penjual karet, bisnis Sjamsul saat ini tersebar di sektor properti, batu bara, dan ritel.

Salah satu perusahaannya, yaitu Gajah Tunggal Group. Meski nama Sjamsul tidak tertera sebagai pemilik perusahaan, kuat dugaan Sjamsul merupakan pemilik produsen ban itu. Gajah Tunggal memegang sejumlah merek ban seperti GT Radial, IRC, dan Zeneos.

Dalam laporan keuangannya, sebesar 49,5 persen saham Gajah Tunggal dikuasai oleh Denham Pte Ltd, perusahaan yang berbasis di Singapura. Denham merupakan anak usaha Giti Tire yang dikuasai Sjamsul.

(Baca juga: KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim sebagai Tersangka Korupsi SKL BLBI)

Dalam persidangan tipikor yang digelar 30 Juli 2018, Gajah Tunggal dan anak usahanya diketahui menjadi salah satu aset milik Sjamsul yang dijaminkan untuk membayar utang BLBI.

Sjamsul adalah salah satu obligor BLBI lewat Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang dimilikinya. Saat itu, sekitar 80 persen dari bantuan bank sentral justru dimanfaatkan untuk kepentingan Gajah Tunggal.

Gajah Tunggal juga memiliki sejumlah anak usaha di antaranya PT Softex Indonesia (pembalut wanita), PT Filamendo Sakti (produsen benang), dan PT Dipasena Citra Darmadja (tambak udang, sewa gudang)

Selain itu, Sjamsul menguasai saham Polychem Indonesia yang sebelumnya bernama GT Petrochem. Dalam laporan keuangan, 25 persen saham produsen poliester ini dimiliki Gajah Tunggal dan 10,42 persen dimiliki PT Satya Mulia Gema Gemilang.

Perusahaan yang disebut terakhir diketahui juga menguasai saham mayoritas Mitra Adiperkasa, usaha yang menaungi sejumlah merek ternama seperti Sogo, Zara, Sport Station, Starbucks, hingga Burger King.

Tak hanya itu, Sjamsul juga memiliki saham di Tuan Sing Holdings, perusahaan properti yang berbasis di Singapura. Perusahaan itu mengembangkan properti komersial dan industri di China dan Singapura.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

(Baca juga: KPK Tempuh Upaya Hukum Alternatif untuk Sjamsul Nursalim)

Penetapan tersangka terhadap Sjamsul Nursalim dilakukan setelah pimpinan melakukan gelar perkara terkait hasil pengembangan perkara terpidana mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temanggung. Hasil gelar perkara, status Sjamsul Nursalim telah naik ke penyidikan.

"Ya sudah (tersangka)," ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat dikonfirmasi wartawan perihal status tersangka Sjamsul Nursalim, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019 kemarin.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya